Senin, 06 November 2017


APLIKASI  TEN- SHIELD UNTUK MENURANGI DRUG RELATEDPROBLEMS PADA PASIEN HIPERTENSI

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global, di Indonesia sendiri 25,8% penduduknya
menderita hipertensi. Hal ini menimbulkan suatu permasalahan yang baru, yaitu Drug Related
Problems (DRP) pada penderita hipertensi. Di sisi lain, sekarang teknologi semakin berkembang
membuat sebagian besar masyarakat menggunakan ponsel pintar guna membantu kegiatan
sehari-hari. Dengan memanfaatkan teknologi, inovasi aplikasi Ten-Shield menjadi solusi untuk mengurangi permasalahan DRP pada pasien hipertensi . Aplikasi Ten-Shield
yang berbasis sistem operasi ini dapat membantu mempertimbangkan pemilihan obat
berdasarkan faktor risiko pribadi pasien, pertimbangan mengenai kombinasi maupun dosis
obat. Melalui aplikasi yang menarik perhatian pasien, kepatuhan pasien dapat ditingkatkan
terutama terkait penggunaan obat.
Banyaknya penderita hipertensi menimbulkan suatu permasalah, yaitu terkait dengan jumlah DRP (Drug Related Problems) pasien dengan hipertensi relatif tinggi. Faktor utama penyebab DRP yang diidentifikasi antara lain kurangnya pengetahuan pasien dengan obat-obatan yang dikonsumsi, kurang patuhnya penggunaan obat, efektifitas obat yang kurang maksimal, dan kebutuhan akan kontrol atau pemantauan tambahan. ini dikaitkan dengan kontrol tekanan darah yang buruk.
Upaya–upaya telah dilakukan, termasuk pemberian informasi dan edukasi kepada pasien. Pemberian informasi dan edukasi ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi yang sedang berkembang pesat, salah satunya smartphone (ponsel pintar). Penggunaan smartphone ini sangat mendunia. penggunaan smartphone di Indonesia terus meningkat tajam, bahkan diperhitungkan Indonesia akan melampaui 100 juta pengguna smartphone aktif pada tahun 2018. Indonesia menjadi empat negara pengguna ponsel pintar terbesar di
dunia Ponsel pintar memiliki banyak kemampuan yang membantu manusia dalam menjalankan setiap aktivitasnya, ponsel ini dapat menyajikan fitur-fitur canggih dan juga beragam aplikasi, termasuk aplikasi guna meningkatkan status kesehatan dan kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat.
Apa itu ten- shield ?...
Ten-Shield merupakan singkatan dari kata Hypertension Shield, yang dibuat dengan tujuan menurunkan angka kejadian DRP pada pasien hipertensi sehingga dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas hidup dari pasien hipertensi dengan atau tanpa penyakit penyerta lainnya. Selain itu, Ten-Shield juga memiliki makna yang berarti sepuluh perlindungan, yaitu:
1. Risiko terjadinya Drug Related Problems dapat dihindari.
2. Terapi pengobatan hipertensi dapat dimaksimalkan.
3. Kualitas hidup dari pasien dapat ditingkatkan
4. Wawasan pasien terhadap informasi kesehatan bertambah, khususnya mengenai hipertensi.
5. Faktor risiko dari hipertensi dapat dihindari oleh pasien.
6. Waktu untuk mengonsumsi obat lebih teratur.
7. Informasi obat yang dikonsumsi dapat diketahui dengan jelas oleh pasien.
8. Proses pemulihan dan kondisi kesehatan dapat diketahui oleh pasien.
9. Pasien dapat berkonsultasi dengan apoteker, serta dijamin kerahasiaannya.
10. Pasien dapat bertukar pikiran di dalam komunitas.
 Strategi Penerapan Aplikasi TenShield
Ten-Shield merupakan inovasi yang dirancang untuk memantau pasien yang mendapatkan pengobatan hipertensi dan meningkatkan kepatuhan pasien untuk mengonsumsi obat.
Nah teman-teman penasaran kan bagaimana Alur strategi pengunaan aplikasi Ten-Shield ini adalah sebagai berikut:
Fitur Aplikasi Ten-Shield
Inovasi aplikasi Ten-Shield merupakan aplikasi berbasis Android/iOS yang dapat diunduh
melalui Play Store maupun App Store oleh kalangan pengguna smartphone.Aplikasi yang dirancang ini memiliki fitur-fitur yang tersedia untuk memonitor pasien hipertensi dalam menjalani terapi pengobatan. Komponen-komponen pendukung yang terdapat di dalam aplikasi Ten-Shield, meliputi:
a.      a.  Laman Pendaftaran.
 Laman pendaftaran merupakan fasilitas untuk melakukan pendaftaran pada aplikasi Ten-Shield. Data yang perlu diisi, seperti : nama, nomor HP, password, tanggal lahir, dan juga jenis kelamin. Nomor HP akan diverifikasi langsung dengan konfirmasi melalui sms yang menyertakan kode pendaftaran. Data setiap pasien yang telah melakukan pendaftaran akan terekam ke dalam database. Setelah melakukan pendaftaran, pasien dapat langsung mengakses fitur-fitur yang tersedia di dalam layanan aplikasi Ten-Shield. Setelah melakukan pendaftaran, pasien akan diarahkan untuk mengisi data diri, termasuk data pribadi pada fitur risk factor.



b.      b.  Fitur News.
 Fitur news ini mencakup mengenai informasi hipertensi itu sendiri dan juga berita berita seputar kesehatan. Fitur ini dapat memberikan wawasan kepada pasien mengenai tanda dan gejala hipertensi, kategori hipertensi, serta penanganan dan pengobatan hipertensi. Selain itu, disajikan juga berita-berita terbaru seputar kesehatan dan juga tips-tips untuk menjaga kesehatan yang akan dilakukan pembaharuan secara berkala setiap harinya. Fitur ini juga menjadi sarana bagi apoteker dalam melakukan promosi kesehatan pada masyarakat, khususnya bagi pengguna aplikasi Ten-Shield. Fitur News




c.       c. Fitur Risk Factor.
Fitur ini berisikan faktor risiko dan juga pantangan dalam terapi pengobatan hipertensi, berupa gambar yang disertai dengan penjelasan. Penggunaan gambar serta
penjelasannya yang bertujuan menarik minat pasien untuk membaca dan lebih memahami faktor risiko yang dapat terjadi. Selain itu, disediakan juga kolom untuk mengisi penyakit lain yang sedang diderita agar dapat memantau terapi pengobatan sehingga meminimalisir terjadinya DRP. Melalui fitur ini, diharapkan pasien dapat memperbaiki pola hidup agar tidak memperparah kondisi hipertensi.



Fitur ini dapat diperbaharui setiap saat sesuai dengan keadaan dan kondisi pasien, apabila fitur ini tidak diperbaharui selama enam bulan, akan terdapat pemberitahuan kepada pasien untuk memperbaharui data sesuai dengan kondisi terbarunya. Apabila ternyata tidak terdapat perubahan, pasien dapat langsung menyimpan data tanpa mengubahnya.
d.     d.  Fitur drugs,
terdiri dari tombol untuk menginput obat yang dikonsumsi, informasi obat, dosis, dan efek samping obat. Penjelasan mengenai interaksi obat akan muncul, ketika pasien menambahkan dua atau lebih obat yang dikonsumsi yang dimungkinkan berinteraksi. Saat terjadi keadaan yang serius atau interaksi yang sangat mengancam kesehatan, maka akan keluar peringatan untuk segera menghubungi apoteker. Data yang diinput akan terekam di dalam database yang kemudian akan diolah untuk mengamati indikasi terjadinya DRP, kebutuhan akan obat, ketidaktepatan obat, ketidaktepatan dosis, efek buruk obat, serta interaksi obat. Ketika terjadi DRP, maka apoteker akan menghubungi pasien dan menganjurkan terapi yang tepat. Selain itu, pada fitur ini dilengkapi dengan alarm untuk mengingatkan pasien agar meminum obat dengan waktu yang telah ditentukan. Alarm ini dapat memaksimalkan terapi sehingga waktu meminum obat tidak terlewatkan oleh pasien.


e.  Fitur Progress and Achievement
Fitur ini menampilkan kemajuan pasien dalam menjalani terapi pengobatan dari waktu kewaktu. Data statistik perkembangan pasien ini diolah oleh apoteker sehingga pasien dapat melihat perkembangan kesembuhan dan mengurangi rasa jenuh selama pengobatan. Pada fitur ini terdapat jadwal pasien untuk melakukan check-up dan pengingatnya. Fitur ini juga menghadirkan penghargaan kepada pasien yang mencapai perbaikkan kondisi dengan menggunakan sistem ranking. Melalui sistem ranking ini, diharapkan pasien dapat termotivasi untuk mencapai perkembangan yang lebih baik. Penghargaan kepada pasien menjadi hal penting karena memiliki nilai mendidik, dapat berfungsi sebagai motivasi, dan dapat memperkuat perilaku yang disetujui secara sosial.


e.     f.   Fitur Ask and Community.
Fitur ini disediakan agar pasien dapat berinteraksi secara langsung dengan apoteker, jika ada masalah yang ingin ditanyakan. Pasien dapat memilih sendiri untuk
berkonsultasi dengan apoteker yang tersedia. Selain itu, untuk mendapatkan respon yang cepat, pasien dapat langsung memilih apoteker yang sedang online, ditandai
dengan bulatan berwarna hijau di samping foto dari apoteker tersebut.
Pasien dapat melakukan konsultasi dengan pesan teks maupun melalui layanan telepon gratis. Fitur ini juga menyediakan suatu komunitas pasien hipertensi pengguna aplikasi TenShield untuk dapat berinteraksi dengan sesama pasien dan saling bertukar pikiran maupun pendapat. Harapan dari fitur ini adalah pasien dapat menyalurkan pertanyaan dan memperoleh saran yang baik, serta membentuk komunitas pasien hipertensi yang saling membangun.
f.        Fitur Profile.
Fitur ini berisikan profil pasien yang dapat diperbaharui. Fitur ini akan secara otomatis melakukan pembaharuan pada profil pasien di dalam database jika terjadi perubahan
data pasien.
Langkah Implementasi Aplikasi Ten-Shield
 Aplikasi ini diharapkan dapat berjalan dan diterapkan, baik di apotek, balai pengobatan, puskesmas maupun instalasi farmasi rumah sakit. Dukungan dari Ikatan Apoteker Indonesia dan peran serta apoteker dibutuhkan dalam
mendukung keberhasilan aplikasi
TenShield. Langkah untuk mengimplementasikan Ten-Shield, meliputi:
a.       Pengajuan strategi kepada pemerintah.
Pengajuan strategi ini dilakukan untuk mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah dari segi finansial dan advokasi. Hal tersebut dapat mendukung keberadaan strategi Ten-Shield ini agar dapat berjalan dengan baik.
b. Kerja sama dengan ahli elektronika dan perangkat lunak untuk pembuatan media dan sistem jaringan nirkabel. Kerja sama dengan ahli elektronika dan perangkat lunak dilakukan untuk merancang dan merakit sistem perangkat lunak, sistem operasi berbasis android dan penyimpanan data.
c. Pelatihan untuk apoteker mengenai Ten-Shield,
penggunaan aplikasi berbasis Android, dan cara kerjanya. Pelatihan diperlukan untuk mendukung kemampuan apoteker dalam menerapkan strategi TenShield. Pelatihan ini diharapkan dapat menambah wawasan untuk apoteker dan dapat menerapkan strategi ini dengan lebih baik.
 d. Sosialisasi strategi kepada praktisi kesehatan lainnya. Sosialisasi dilakukan agar
seluruh praktisi kesehatan dapat bekerja sama dengan baik. Hasilnya agar strategi
Ten-Shield dapat bersinergis dengan program pemerintah lainnya yang terkait.
 e. Sosialisasi strategi kepada masyarakat. Sosialisasi dilakukan dengan
sifat mengajak untuk lebih memahami strategi
Ten-Shield yang telah disetujui oleh pemerintah. Sosialisasi ini dapat dilakukan melalui media cetak maupun elektronik.
f. Pelaksanaan strategi
Ten-Shield.
Pelaksanaan dapat dilakukan mulai dari instansi-instansi pemerintahan, seperti klinik,
puskesmas, dan rumah sakit. Selama proses pelaksanaan peran dari apoteker dan praktisi kesehatan lainnya sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan program ini.
g. Evaluasi strategi Ten-Shield.
Evaluasi diperlukan untuk melihat tingkat keberhasilan yang telah dilakukan. Setelah dilakukan evaluasi, maka dapat diambil langkah selanjutnya untuk melanjutkan maupun memperbaiki kekurangan dari strategi ini.

daftar pustaka
Purnama , Handi; Arianditha, Ernestine ; Rahayu, Driyanti ; Putriana, Norisca Aliza ;. (n.d.). INOVASI APLIKASI TEN-SHIELD UNTUK MENGURANGI DRUG RELATED PROBLEMS PADA PASIEN HIPERTENSI. Farmaka, Volume 15 Nomor 1, 261-277. Retrieved november senin, 2017, from http://jurnal.unpad.ac.id/farmaka/article/view/13353



Minggu, 05 November 2017


hallo teman-teman........................................
apakah kalian mengetahui maksud dari poster diatas. hemm sekarang yuk kita simak penjelasan singkat dari saya. ada yang harus kita ketahui nih hipertensi atau darah tinggi merupakan kondisi dimana tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg. hipertensi ini dapat menyebabkan penyakit lo teman-teman antara lain penyakit jantung, ginjal,maupun otak.

kita perlu melakukan yang disebut dengan ABCD apa sih itu ABCD ?......
nah ABCD disini yaitu 

A: aktifitas dan olahraga 
melakukan aktifitas secara rutin sangat dianjurkan terutama pada penderita hipertensi. Nah gunanya untuk apa ? gunanya untuk menurunkan tekanan darah. 
Bagi penderita hipertensi faktor yang harus diperhatikan adalah tingginya tekanan
darah. Semakin tinggi tekanan darah semakin keras kerja jantung, karena untuk
mengalirkan darah saat jantung memompa maka jantung harus mengeluarkan tenaga sesuai dengan tingginya tekanan tersebut. Jantung apabila tidak mampu memompa dengan tekanan setinggi itu, berarti jantung akan gagal memompa darah. Latihan olahraga dapat menurunkan tekanan sistolik maupun diastolik pada usia tengah baya yang sehat dan juga mereka yang mempunyai tekanan darah tinggi ringan. Latihan olahraga tidak secara signifikan menurunkan tensi pada penderita yang mengalami hipertensi berat, tetapi paling tidak olahraga membuat seseorang menjadi lebih santai.

B: berat badan ideal 
kelebihan berat badan atau yang sering disebut dengan obisitas itu tidak baik teman-teman. kelebihan berat badan merupakan faktor resiko hipertensi. Menjaga berat badan yang ideal dapat terhindar dari tingginya kolestrol, diabetes.

C : cek darah secara rutin 
memeriksa tekanan darah secara rutin baik di puskesmas maupun mandiri sangat diperlukan . guna mencegah hipertensi melalui deteksi dini berupa pengukuran tekanan darah secara rutin minimal sebulan sekali.
D : diet sehat 
nah diet sehat ini sangat dianjurkan memperbanyak memakan buah-buahan dan sayur-sayuran. kurangi penggunaan garam berlebihan dan berbagai penyedap buatan.

bahan makanan apa aja yang dianjurkan 
- makanan yang diolah atau sedikit menggunakan garam natrium, vetsin, atau bubuk kaldu
- makanan yang segar : sumber protein nabati dan hewani, sayuran dan buah-buahan yang banyak mengandung serat
bahan makanan yang harus dibatasi
-pemakaian garam dapur
- penggunaan bahan makanan yang mengandung natrium seperti soda kue
makanan yang harus dihindari 
-otak, ginjal, paru, jantung, daging kambing.
- makanan yang diolah menggunakan garam natrium
-makanan dan minuman dalam kaleng: sarden, sosis, kornet, sayuran- dan buah-buahan dalam kaleng.
-makanan yang diawetkan : dendeng, abon, ikan asin, udang kering, ,telur asin, telur, selai kacang, manisan buah.
-makanan yang mengandung alcohol misalnya : durian dan tape 
bagaimana cara mengatur diet ?....
rasa tawar dapat diperbaiki dengan menambah, bawang merah, bawang putih, gula merag, gula pasir, jahe, kencur,daun salam, atau sedikit garam Na.
- makanan lebih enak ditumis, digoreng, dipanggang, walaupun tanpa garam
- gunakan garam beryodium ( 30 - 80 ppm ).tidak lebih dari 1/2 sendok teh/hari
- dapat menggunakan garam yang mengandung rendah natrium.

Daftar Pustaka :
http://himkajaya.ub.ac.id/wp-content/uploads/2014/10/2.-Shofi-Khaqul-Ilmy-UB.jpg diakses pada tanggal 5 november 2017 pukul 3.50
http://gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2012/05/Gizi-Seimbang-Utk-Hipertensi.pdf diakses pada tanggal 5 november 2017 pukul 06.00
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/132308484/Olahraga_Bagi_Penderita_Hipertensi.pdf diakses pada tanggal 5 november 2017 pukul 7.59
http://www.depkes.go.id/pdf.php?id=16052300003 diakses pada tanggal 5 november 2017 pukul 9.30




Sabtu, 04 November 2017

ayo teman-teman kita cegah hipertensi


hallo teman-teman kita akan membahas nih bagaimana cara mencegah terjadinya hipertensi .....tentu kalian penasaran kan yuk kita simak dan saksikan.........

“ lebih baik mencegah dari pada mengobati “
Haruslah diakui bahwa pencegahan hipertensi ini sangat sulit untuk mendeteksi dan mengobati penderita hipertensi secara adekuat, harga obat-obat anti hipertensi tidaklah murah, obat-obat baru sangatlah mahal, dan memiliki banyak  efek samping. Untuk itu inilah pengobatan hipertensi memang sangat penting tetapi tidak begitu lengkap jika tidak dilakukan tindakan pencegahan untuk menurunkan.
faktor resiko penyakit kardiovaskuler akibat terjadinya hipertensi. Pencegahan sebenarnya merupakan bagian dari pengobatan hipertensi karena mampu memutus mata rantai penatalaksanaan hipertensinya.
Berbagai cara nih yang telah terbukti mampu untuk mencegah terjadinya hipertensi, yaitu dengan pengendalian berat badan, pengurangan asupan natrium kloride, aktifitas alcohol, pengendalian stress, suplementasi fish oil dan serat The 5-year primary prevention of hypertension meneliti berbagai faktor intervensi terdiri dari pengurangan kalori, asupan natrium kloride dan alcohol serta peningkatan aktifitas fisik.  

nah mungkin ini dulu yang kita bahas semoga bermanfaat 

sumber :
http://www.univmed.org/wp-content/uploads/2011/02/Vol.20_no.2_6.pdf diakses pada 6 november 2017 pukul 4.27

https://www.youtube.com/watch?v=HovJL8Jm6j8&t=10s

Jumat, 03 November 2017

hipertensi dan penanganannya

“HIPERTENSI

penyakit hipertensi ini tentu sudah tidak asing lagi. Seringkali kita mendengarnya..........??? 
tentu kalian juga mengenal penyakit ini. kali ini saya akan membahas dan berbagi ilmu kepada teman-teman semua mengenai hipertensi atau yang sering disebut dengan tekanan darah tinggi. semoga bermanfaat ............

apa itu hipertensi ?.....

 Hipertensi atau yang sering disebut dengan tekanan darah tinggi merupakan suatu gangguan pada pembuluh darah,yang cukup mengganggu kesehatan dikalangan masyarakat. Tekanan hipertensi saat ini termasuk masalah kesehatan dunia dan sering kali dialami oleh masyarakat terutama masyarakat indonesia yang masih banyak memerlukan penanganan yang baik. hipertensi merupakan sebuah tantangan terbesar di Indonesia, Pada umumnya hipertensi tidak memberikan keluhan dan gejala yang khas sehingga banyak penderita yang tidak menyadarinya bahwa dirinya menderita hipertensi .1Hipertensi merupakan keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal  dalam jangka waktu cukup lama, hipertensi ditandai dengan dimana tekanan sistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan diastoliknya diatas 90 mmHg.  Kondisi ini dapat mengakibatkan meningkatnya angka kesakitan ( morbiditas ) dan angka kematian ( mortalitas )3. Hipertensi dapat berakibat fatal apabila tidak segera ditangani dapat menimbulkan kerusakan pada organ tubuh, kerusakan organ tubuh tersebut diantaranya yaitu ginjal, jantung, mata dan pembuluh darah (parsudi, 20009 )

Apakah kalian tahu apa aja sih faktor penyebab hipertensi.....nah ternyata hampir 90 % penyakit hipertensi tidak diketahui faktor penyebabnya, namun ada beberapa peneliti telah menemukan beberapa faktor penyebab terjadinya hipertensi.  Salah satunya yaitu gaya hidup yang tidak sehat, misalnya mengkonsumsi garam yang terlalu tinggi, makan berlebihan, minum minuman yang beralkohol, dan merokok ( yuliarti 2011 ). Selain gaya hidup, tingkat stress juga diduga dapat berpengaruh terhadap peningkatan tekanan darah.
Bagaimana sih cara mencegahnya hipertensi ?
1. tinggalkan gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, minum minuman beralkohol dan makan-makanan yang tinggi garam dan lemak
2. lakukan olahraga secara rutin seperti jalan kaki cepat, naik sepeda dan berenang dan juga mempertahankan berat badan yang normal.
3. konsumsi makanan sehat rendah lemak, kaya sumber vitamin dan mineral alami seperti buah-buahan dan sayuran.

apa aja sih tanda dan gejala hipertensi. mengapa terkadang seseorang tidak menyadari bahwa dirinya mengakami hipertensi. nah ini penjelasannya??...... 
       Hipertensi itu sulit disadari oleh seseorang karena hipertensi tidak memiliki tanda gejala khusus. Menurut Sutanto (2009), Salah satu tanda gejala dari hipertensi adalah nyeri kepala atau pusing. Nyeri kepala hipertensi merupakan salah satu kondisi yang paling umum dijumpai. Gejala lainnya seperti gejala ringan seperti, sering gelisah, wajah merah, tengkuk terasa pegal, mudah marah, telinga berdengung, sukar tidur, sesak napas, rasa berat ditengkuk, mudah lelah dan letih, pandangan mata mejadi kabur,mual dan muntah, mimisan (keluar darah dari hidung).
ada banyak juga ni teman-teman  Faktor penyebab Resiko Terjadinya Hipertensi Salah satu faktor resiko terjadinya hipertensi adalah kecemasan. Kecemasan disebabkan karena berbagai keadaan seperti khawatir, gelisah, takut, tidak tentram disertai dengan berbagai keluhan fisik dan gangguan kesehatan.
Faktor yang tidak dapat dikendalikan antara lain : 
A. Faktor Genetik (Keturunan )
 faktor genetik pada keluarga tertentu akan menyebabkan keluarga memiliki riwayat          hipertensi, memiliki resiko yang lebih besar untuk menderita hipertensi dibandingkan dengan keluarga yang tidak memiliki riwayat hipertensi. (Price & Wilson, 2006). Seseorang akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk mendapatkan hipertensi jika orang tuanya adalah penderita hipertensi
(Marliani, 2007). 
Menurut Rohaendi (2008), mengatakan bahwa Tekanan darah tinggi cenderung diwariskan keluarganya. Jika salah seorang dari orang tuanya  ada yang mengidap tekanan darah tinggi, maka kemungkinan akan mempunyai peluang sebesar 25% untuk mewarisinya selama ia hidup. Jika kedua orang tua mempunyai tekanan darah tingi maka peluang untuk terkena penyakit ini akan meningkat menjadi 60%.
B. Umur
semakin bertambahnya usia, maka tekanan darah juga akan semakin meningkat Setelah usia 45 tahun, dinding arteri akan mengalami penebalan karena adanya penumpukan zat kolagen pada lapisan otot, sehingga pembuluh darah lama-kelamaan akan menyempit dan menjadi kaku. Peningkatan usia akan menyebabkan beberapa perubahan fisiologis, pada usia lanjut terjadi peningkatan resistensi perifer dan aktivitas simpatik. Pengaturan tekanan darah yaitu refleks baroreseptor pada usia lanjut sensitivitasnya sudah berkurang, sedangkan peran ginjal juga sudah berkurang dimana aliran darah ginjal dan laju filtrasi glomerulus menurun (Price & Wilson, 2006).

Faktor yang dapat dikendalikan antara lain :
A. Obesitas
      Telah lama diketahui bahwa kejadian hipertensi berhubungan dengan obesitas, namun mekanisme yang pasti masih belum nampak jelas. Selective insulin resistance adalah keadaan apabila seseorang mengalami gangguan kemampuan insulin dalam metabolisme glukosa, namun efek fisiologis lain dari insulin masih terjadi seperti etensi sodium, perubahan struktur dan fungsi vaskular, transport ion, dan aktivitas sistem saraf simpatis sehingga akan mengakibatkan hipertensi (Price & Wilson, 2006).
B.  Konsumsi garam 
      Mengkonsumsi garam yang tinggi dihubungkan dengan terjadinya hipertensi esensial,Namun kebanyakan dari mereka tidak menderita hipertensi, pasti ada perbedaan sensitivitas terhadap garam. Suatu respon tekanan darah yang sensitif terhadap garam / sodium didefinisikan sebagai kenaikan rata – rata tekanan darah arteri sebesar = 5 mmHg setelah mengkonsumsi  tinggi garam selama 2 minggu. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa pengurangan konsumsi garam dapat menurunkan tekanan darah sistolik rata – rata 3-5 mmHg, dengan efek yang lebih besar pada orangtua yang menderita hipertensi berat (Price & Wilson, 2006).

C. Stress / Cemas 
        Kecemasan, stress emosional, ketakutan serta kegelisahan dapat mengakibatkan stimulasi simpatis yang dapat meningkatkan frekuensi denyut jantung, curah jantung dan resistensi vaskuler, efek simpatis ini dapat meningkatkan tekanan darah. Kecemasan atau stress dapat meningkatkan tekanan darah sebesar 30 mmHg (Perry & Potter, 2010).


Tadi kan kita sudah membahas ni apa itu penyakit hipertensi, faktor apa saja yang menyebabkan hipertensi, serta gejala hipertensi, nah sekarang saya akan membahas bagaimana penanganan hipertensi, jadi  Penanganan Hipertensi pada pasien penderita hipertensi dapat diatasi dengan 2 terapi  teman-teman yaitu terapi farmakologis dan non farmakologis. nah salah satu terapi farmakologi itu dengan diamkan selama kurang lebih 1 jam , usahakan minum secara rutin pagi dan sore hari, Hidroklortiazid (12,5 mg, 25 mg ) dapat diminum bersama makan, capropril (12,5 mg, 25 mg ) diminum 1 jam sebelum makan. Salah satu terapi non farmakologis yaitu dengan menggunakan terapi relaksasi napas dalam.  Misalnya relaksasi napas dalam merupakan pernafasan pada perut  dengan frekuensi lambat dan perlahan, tetapi berirama, dan nyaman dengan cara memejamkan mata saat menarik nafas. (Setyoadi dkk 2011, h. 127).  terapi relaksasi ini dibuktikan dengan rata-rata tekanan darah sistolik sebelum diberikan terapi relaksasi nafas dalam yaitu 156,46mmHg dan rata-rata tekanan darah sistolik setelah diberikan terapi relaksasi nafas dalam yaitu 138 mmHg. Rata-rata tekanan darah diastolik sebelum diberikan terapi relaksasi nafas dalam yaitu 93mmHg dan rata-rata tekanan darah diastolik setelah diberikan terapi relaksasi nafas dalam yaitu 86,46mmHg. Terjadi penurunan tekanan darah responden setelah diberikan terapi relaksasi nafas dalam,yaitu tekanan darah sistolik sebesar 18,46 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 6,54 mmHg, selain itu mengurangi berat badan bila kelebihan berat badan/ kegemukan, olahraga teratur, berhenti merokok dan minum alkohol, pola makan sehat ( meningkatkan konsumsi buah dan sayuran serta mengurangi konsumsi lemak ), mengurangi makanan tinggi kandungan natriumnya ( misalnya garam makanan berbahan pengawet ) hal ini juga merupakan terapi non farmakologi  teman-teman.

Nah teman-teman mungkin ini dulu penjelasan yang cukup singkat dari saya. semoga yang aku jabarin ini bisa bermanfaat buat kita semua.terutama pada penderita hipertensi. 


Daftar pustaka
1.   Khotimah;. (2013, september). STRES SEBAGAI FAKTOR TERJADINYA PENINGKATAN        TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI. JURNAL EDUHEALTH, VOL. 3 NO. 2  (ISSN 2087-3271), 69-137. Dipetik november sabtu, 2017, dari http://download.portalgaruda.org/article.php?article=175483&val=5318&title=STRES%20SEBAGAI%20FAKTOR%20TERJADINYA%20PENINGKATAN%20TEKANAN%20DARAH%20PADA%20PENDERITA%20HIPERTENSI

2. Hartanti, R. D., Wardana, D. P., & Fajar, R. A. (2016, Maret). Terapi Relaksasi Napas Dalam Menurunkan Tekanan Darah Pasien Hipertensi. Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK), Vol IX, No. 1(ISSN 1978-3167). Dipetik November sabtu, 2017, dari http://www.journal.stikesmuh-pkj.ac.id/journal/index.php/jik/article/view/67

3. Herliani, Een; Sumiwi, Sri Adi;. (n.d.). AKTIVITAS ANTIHIPERTENSI DARI BERBAGAI TANAMAN OBAT. Farmaka, Volume 4 Nomor 3 Suplemen 1(Printed : 1693–1424 Online : 2089-9157), 1-13. Retrieved November Sabtu, 2017, from http://jurnal.unpad.ac.id/farmaka/article/download/10766/5140

4. Pramana, kadek devi; , Okatiranti; Ningrum, tita Puspita;. (2016, September). HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA SENJARAWI BANDUNG. Jurnal Ilmu Keperawatan, Vol. IV No. 2(ISSN: 2338-7246, e-ISSN: 2528-2239), 116-128. Retrieved november sabtu, 2017, from http://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/jk/article/view/863/709





APLIKASI  TEN- SHIELD UNTUK MENURANGI DRUG RELATEDPROBLEMS PADA PASIEN HIPERTENSI Hipertensi merupakan masalah kesehatan global, di Ind...